• Jl. Tentara Pelajar 3A, Cimanggu Bogor
  • (0251) 8337975 (WA) +628111756776
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pengumuman
    • Infografis
    • Jurnal AgroBiogen
    • Buletin Plasma Nutfah
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
700 dilihat       09 September 2026

Toto Sugiharto dan Ketekunan Merawat Padi Lokal dari Seruyan

SERUYAN – Bagi Toto Sugiharto, mempertahankan padi lokal bukan berarti sekadar menyimpan benih agar tidak hilang. Ada proses panjang untuk memastikan tanaman yang dipilih benar-benar memiliki karakter yang baik, ditanam kembali, diamati pertumbuhannya, hingga benihnya disiapkan untuk musim berikutnya. Dari Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Toto menekuni pemuliaan padi lokal Siam Epang secara mandiri sejak 2023. Padi ini merupakan salah satu padi lokal yang masih dipertahankan dan dibudidayakan oleh masyarakat Seruyan. 

Ketertarikan Toto pada pertanian berangkat dari keinginannya untuk mengubah cara pandang terhadap profesi petani. Baginya, bertani dapat menjadi sebuah usaha yang dikembangkan, terlebih masyarakat Kalimantan Tengah memiliki kedekatan yang kuat dengan sumber daya alam. Pandangan tersebut kemudian diwujudkan melalui ketekunannya mempelajari tanaman dan mempertahankan benih lokal. Ia tidak hanya menanam Siam Epang, tetapi juga melakukan seleksi tanaman berdasarkan pertumbuhan dan kualitasnya. Salah satu teknik yang digunakan adalah uji bernas atau pemisahan densitas untuk mendapatkan bulir yang baik dari tanaman sehat sebagai sumber benih. 

Dalam praktiknya, pemuliaan di tingkat petani membutuhkan pengamatan yang terus-menerus. Setelah lahan disiapkan menggunakan sistem decomposer, yaitu pemanfaatan mikroorganisme untuk membantu menguraikan bahan organik dan mengurangi sisa bahan kimia di dalam tanah, benih ditanam dan dipantau selama pertumbuhan. Gulma dikendalikan, kondisi tanaman diamati, sementara gangguan hama dan penyakit juga diperhatikan. Tanaman yang pertumbuhannya kurang baik dipisahkan agar tidak menjadi sumber bibit. Rangkaian proses ini memperlihatkan bahwa seleksi benih bukan dilakukan sekali, melainkan menjadi proses berkelanjutan untuk mempertahankan karakter tanaman yang diinginkan. 

Upaya Toto bahkan berkembang ke tahap eksperimen. Ia mencoba melakukan persilangan Siam Epang dengan padi hibrida untuk memperoleh keturunan yang menggabungkan sifat unggul dari dua varietas berbeda. Dalam percobaan tersebut, tanaman induk dipilih berdasarkan karakter yang diharapkan, seperti kualitas beras, umur panen, ketahanan terhadap penyakit, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lahan setempat. Hasilnya memang belum sesuai harapan, tetapi eksperimen tetap dilanjutkan secara mandiri. Di saat yang sama, Toto juga aktif menjadi pemateri dalam pertemuan kelompok tani, sehingga pengalaman yang diperolehnya tidak berhenti di lahannya sendiri. 

Kisah Toto menunjukkan bahwa petani juga merupakan sumber pengetahuan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati pertanian. Pengetahuan mengenai karakter padi, cara memilih tanaman, menyimpan benih, dan menanamnya kembali merupakan pengetahuan yang tumbuh dari praktik di lapangan dan perlu terus didokumentasikan serta diwariskan. Hal ini menjadi bagian penting dalam kerja CDCSUI (Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia), yang mendorong pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman tanaman secara berkelanjutan, termasuk pengetahuan yang berkaitan dengan sumber daya genetik tanaman. Di tengah kecenderungan petani beralih ke varietas yang dianggap lebih menguntungkan, upaya seperti yang dilakukan Toto menjadi salah satu cara agar padi lokal tetap ditanam, dipelajari, dan memiliki peluang untuk terus berkembang. 

“Didanai pemerintah ataupun tidak didanai, saya akan tetap meneliti, menanam dan memuliakan benih padi lokal.”
— Toto Sugiharto

Prev Next

- BRMP Biogen


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Perkuat Wawasan Mahasiswa Undip Lewat KKL di BRMP Biogen
    02 Nov 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    Blora Perkuat Pelestarian Talas, Uwi, dan Padi Lokal melalui Pelatihan Konservasi
    02 Nov 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    Padi Lokal Magelang, Kekayaan Genetik Penopang Pangan
    01 Nov 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    Perkuat Mutu dan Daya Saing Rempah, Petani Halmahera Selatan Ikuti Bimtek Pala dan Cengkeh
    31 Okt 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    CDCSUI Perkenalkan Produk UMKM Berbasis Pala dan Rempah di Pameran FAO
    30 Okt 2026 - By BRMP Biogen

tags

BRMP Biogen CDCSUI Ketekunan Merawat Padi Lokal dari Seruyan Toto Sugiharto

Kontak

(0251) 8337975 (WA) +628111756776
(0251) 8333975
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No.3A, RT.02/RW.7, Menteng, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat 16111
Indonesia

website: https://biogen.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. All Right Reserved